Tips Mengajarkan Pendidikan Seks pada Anak sesuai Usia

Memasuki usia 1 tahun, kecerdasan si kecil pasti sudah banyak meningkat, Bu. Tidak hanya jumlah ocehan, tetapi juga kemampuan untuk memahami hal-hal di sekitarnya. Namun, apakah terlalu dini untuk memperkenalkan pendidikan seks pada usia ini? Dan jika tidak, yang mana yang bisa Anda kenalkan kepadanya terlebih dahulu? Ayo, kupas di sini, Bu.

Memberikan Pendidikan Seks untuk anak Anda, dari mana harus memulai?

Jika Anda ingat masa kecil kita, hanya mengucapkan kata "seks" sudah sangat tabu, ya, Bu. Belum lagi, media informasi digital tidak seperti saat ini yang sangat mudah diakses. Tidak mengherankan, masa lalu kita sebagai anak-anak besar di tahun 80-an hingga 90-an sangat jauh dari pendidikan seks yang layak dan transparan.

Sekarang, situasinya sangat berbeda. Para ahli sebenarnya menyarankan orang tua untuk memperkenalkan pendidikan seks pada usia dini, bahkan sebelum anak dapat berbicara. Ya, pengetahuan ini memang tidak mudah untuk dijelaskan, dan tentu saja terasa canggung atau malu. Namun, ada prinsip yang perlu diingat: jangan biarkan kecanggungan memerintah. Karena, ada misi yang lebih penting daripada rasa malu kita, yaitu, jangan biarkan Si Kecil mendapatkan pengetahuan tentang seksualitasnya dari orang-orang atau sumber lain yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Bagaimana jika orang tua kehabisan cara untuk menjelaskan? Saran dari para ahli boleh saja mengakui bahwa Ibu tidak memiliki jawaban untuk semua pertanyaannya. Dan, tepat sebelum Ibu mencoba menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan seks dengan Si Kecil, cobalah mengajukan pertanyaan klarifikasi seperti, "Di mana Anda mendengar kata itu?". Ini agar Ibu dapat memberikan respons yang sesuai.

Lalu, di mana mulai memberikan pendidikan seks dini kepada anak-anak? Meskipun anak-anak dapat mulai membedakan antara jenis kelamin dan genitalia pada usia tiga tahun, para ahli sepakat bahwa memperkenalkan alat kelamin dalam kegiatan sehari-hari, bisa menjadi langkah pertama. Dan ingat, gunakan penamaan yang akurat, hindari menggunakan eufemisme, seperti "burung", "huha", "bunga", dan panggilan "halus" lainnya.

"Penting untuk menggunakan bahasa yang akurat, yaitu penis dan vagina, mulai dari hari pertama orang tua memperkenalkan genitalia pada anak-anak. Tujuannya adalah untuk membuka saluran komunikasi dengan cara yang jujur ​​dan mudah, dan untuk menekankan bahwa itu adalah oke jika anak Anda ingin berbicara tentang tubuhnya. Penamaan alat kelamin yang benar juga berguna untuk mengidentifikasi anatomi seksual tertentu. Jika misalnya anak Anda memiliki masalah kesehatan atau cedera pada organ intimnya, ia dapat memberi tahu orang tuanya dengan jelas, "kata Stephanie Mitelman, seorang pendidik seksualitas bersertifikat dari Universitas McGill dan universitas Concordia di Montreal, Kanada.

Baca juga: Awas, mencabut gigi bayi tanpa bantuan dokter bisa berbahaya!

Tahap Pendidikan Seksual Menurut Umur

1. Usia <24 bulan

Berbicara tentang seksualitas seperti memberi stimulasi. Lakukan secara bertahap sesuai usianya. Selama 2 tahun pertama, benar-benar tidak banyak yang bisa dilakukan ibu. Namun, di sinilah fase ini penting karena ini adalah langkah pertama untuk mengenali bagian tubuh pribadi. Beberapa hal yang dapat dilakukan ibu adalah:

  • Memperkenalkan bagian tubuh pribadi dengan nama yang akurat.
  • Tidak apa-apa jika Si Kecil Anda ingin menyentuh area pribadinya, seperti saat mandi atau mengganti popok.
  • Mulailah memperkenalkan bahwa ada dua jenis kelamin yang berbeda. Anak laki-laki punya penis, perempuan punya vagina.
  • Ceritakan tentang fungsi bagian-bagian tubuh manusia, termasuk yang berhubungan dengan organ seks mereka. Misalnya, dari mana asal urin, mengapa buang air besar dilakukan melalui area bokong, dan sebagainya.
  • Memperkenalkan perasaan tidak nyaman dan malu ketika Si Kecil tidak mengenakan atasan atau bawahan. Secara konsisten mengingatkan dia bahwa dia tidak boleh mengenakan pakaian hanya di dalam ruangan, tidak di tempat umum atau ketika ada orang asing.

2. Usia 2-5 tahun

Seiring dengan perkembangan kecerdasan dan cakupan sosial, pendidikan seks untuk anak-anak dalam kisaran usia ini semakin beragam. Beberapa hal penting yang perlu diajarkan Ibu adalah:

  • Sebutkan dengan benar bagian tubuh dan fungsinya.
  • Jelaskan bahwa alat kelamin laki-laki dan perempuan berbeda, tetapi juga memiliki bagian yang sama dengan bokong, puting, dada, tangan, hidung, dan lain-lain.
  • Setiap orang diciptakan dengan bentuk yang unik, sehingga ia tidak perlu malu atau berkecil hati jika penampilannya tidak seperti teman-temannya.
  • Ajarkan bahwa ada beberapa bagian tubuh yang mutlak tidak boleh dilihat dan disentuh oleh siapa pun, kecuali orang tua, atau pengasuh yang telah dipercayakan oleh orang tua mereka, atau dokter di rumah sakit ketika ia sakit.
  • Little memiliki hak untuk menolak untuk dipeluk, dicium, atau disentuh, bahkan oleh orang tuanya sendiri.

Baca juga: Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Anak-anak?

  • Menyentuh area pribadi baik-baik saja, tetapi berikan pemahaman bahwa ada batasan untuk melakukan itu. Misalnya, bisa menyentuh penis saat akan buang air kecil di kamar mandi.
  • Bisa jadi suatu hari ibu akan melihat atau menangkap si Kecil bermain "dokter" dengan teman-teman seusianya untuk menunjukkan satu sama lain atau menyentuh area pribadinya. Jika itu terjadi, cobalah tetap tenang, sela kegiatan mereka dengan cara yang baik, dan alihkan aktivitas itu ke hal lain. Ketika kondisinya terkendali, coba jelaskan bahwa permainan ini tidak pantas dan ada aturan tentang menyentuh atau menunjukkan area pribadi.
  • Pertanyaan dari mana bayi itu berasal umumnya akan menjadi topik yang si kecil ingin tahu. Alih-alih berbohong kepada mereka dengan cerita imajiner, jelaskan secara singkat dengan jujur. Misalnya: bayi adalah pemberian dari Tuhan yang dipercayakan pada perut ibunya, kemudian lahir ke dunia.
  • Sedikit keingintahuan tentang lawan jenis akan berkembang menjadi hubungan manusia, seperti hubungan Ibu dan Ayah. Jika dia bertanya mengapa ayah dan ibunya menikah, Ibu dapat menjelaskan bahwa hanya pria dan wanita dewasa yang dapat menikah dan memiliki anak.
  • Berikan anak Anda pemahaman untuk tidak menjaga hal-hal yang berkaitan dengan fisik dan perasaannya. Katakan bahwa rahasianya hanya untuk menyembunyikan kejutan atau hadiah.
Baca juga: Perbedaan Antara Anak Introvert dan Pemalu

Sumber:

Tentang kesehatan anak-anak. Seksualitas Anak-Anak.

Induk hari ini. Cara Berbicara dengan Anak tentang Seks.

Hai Sigmund.Panduan untuk Pendidikan Seks.

Induk hari ini. Anak-Anak Apa Yang Harus Memanggil Bagian Pribadi mereka?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here