Manfaat Air Kelapa untuk Bayi Ternyata Banyak, lho!

Memenuhi kebutuhan cairan bayi Anda per hari, sama pentingnya dengan nutrisi yang cukup dari makanan. Namun, bisakah anak Anda diberi air kelapa jika ia sudah berusia 6 bulan ke atas? Dan, apa manfaat yang bisa diperoleh anak Anda dengan mengonsumsi air kelapa? Lihat info di bawah, Bu.

Mulai dari MPASI, bisakah anak Anda minum air kelapa?

Itu benar, Bu. Memasuki usia mengonsumsi makanan padat sebagai pelengkap ASI, anak Anda sudah bisa dikenalkan dengan air kelapa. Ini juga "disetujui" oleh American Academy of Pediatrics, yang menyatakan bahwa air kelapa aman untuk diminum oleh bayi berusia 6 bulan ke atas.

Terlebih lagi, air kelapa bisa menjadi variasi asupan cairan selain air minum yang mungkin terasa hambar bagi si kecil Anda. Ini tentu baik untuk menjaga anak Anda dari risiko dehidrasi. Sebab, dehidrasi yang terjadi pada bayi dan tidak diobati dengan cepat, bisa menjadi risiko serius, bahkan hingga titik kematian.

Untungnya, kita hidup di negara dengan tanaman kelapa yang berlimpah, sehingga tidak sulit untuk mendapatkan air kelapa segar. Perlu diketahui ibu, air kelapa adalah asupan cairan dengan kandungan gizi yang baik, seperti elektrolit, karbohidrat, dan asam amino, yang semuanya dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi. Ditambah lagi, kandungan gula dalam 100 ml air kelapa, kira-kira hanya 2,61 gram dan merupakan gula alami dari buah-buahan. Jadi, tergolong sumber gula yang baik dan dalam batas wajar.

Manfaat mengkonsumsi air kelapa saja cukup banyak, lho, Bu. Beberapa dari mereka adalah:

1. Sumber energi yang menyegarkan

Karena mengandung karbohidrat, air kelapa dapat melengkapi nutrisi makro yang dibutuhkan oleh anak Anda setiap hari.

2. Mendukung pertumbuhan tulang dan gigi

Air kelapa mengandung 250 mg potasium dan 105 mg natrium dalam setiap 100 ml air kelapa. Ini juga mengandung beberapa mineral, seperti kalsium besi, fosfor, magnesium, dan mangan, yang semuanya berkontribusi pada pertumbuhan tulang dan gigi.

3. Menghidrasi tubuh dan memenuhi kebutuhan elektrolit

Dalam cuaca panas dan panas, tentu saja Anda ingin minum sesuatu yang segar, Bu. Si Kecil tidak terkecuali. Nah, pilihan minuman yang segar namun tetap sehat adalah air kelapa. Tidak hanya menyegarkan, air kelapa mengandung elektrolit untuk mengembalikan cairan yang hilang karena berkeringat. Elektrolit dalam air kelapa juga berguna ketika bayi Anda mengalami diare.

Baca juga: Ingin Tahu Apakah Ponsel, Kacamata, dan Uang, Dapatkah Virus Corona Terkontaminasi?

4. Sistem pencernaan yang sehat

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi air kelapa secara teratur, memiliki hubungan dengan peningkatan sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi.

5. Sumber asam amino nonesensial

Asam amino adalah bahan baku untuk membentuk protein yang merupakan elemen utama dalam pembentukan jaringan tubuh. Saat mengonsumsi makanan yang mengandung protein, sistem pencernaan tubuh akan memecahnya menjadi asam amino. Fragmen asam amino ini akan digunakan oleh tubuh untuk melakukan serangkaian fungsi penting.

Nah, air kelapa mengandung beragam asam amino nonesensial, seperti alanin, arginin, dan serin. Jika ibu belum tahu, asam amino sebagai bentuk protein, berfungsi sangat banyak, yang mendukung pertumbuhan, perkembangan optimal, pematangan sistem kekebalan tubuh, sistem pencernaan yang sehat, dan metabolisme yang sehat.

Baca juga: Bisakah Penderita Maag Mengonsumsi Pisang?

Aturan untuk Mengkonsumsi Air Kelapa untuk Si Kecil Anda

Melihat serangkaian manfaat air kelapa, tentu ibu ingin mencoba memberikannya kepada si kecil, ya. Tapi tunggu dulu, meski kandungan gizi air kelapa baik, tentu Anda juga harus memperhatikan aturan administrasi, terutama ketika anak Anda masih bayi dan masih belajar makan.

Untuk memperkenalkan air kelapa untuk pertama kalinya, cobalah untuk memberikan 1-2 sendok makan terlebih dahulu. Lihat bagaimana reaksi si kecil Anda dan lihat apakah Anda melihat gejala alergi. Sebaiknya Anda juga tidak segera memperkenalkan jenis makanan baru pada hari yang sama untuk memperkenalkan air kelapa kepada bayi Anda, sehingga Ibu dapat lebih mudah mendeteksi jika terjadi reaksi. Karena kadang-kadang, makanan dapat menunjukkan reaktivitas silang dengan makanan lain yang menyebabkan alergi.

Untuk selanjutnya, Ibu dapat menyediakan 100-200 ml air kelapa per hari untuk Si Kecil. Namun, tetap perhatikan jumlah asupan cairan lain, seperti ASI / susu formula dan air yang juga masih perlu dikonsumsi oleh anak Anda.

Untuk memastikan air kelapa yang diberikan kepada anak-anak berkualitas baik, ada beberapa tips yang bisa dilakukan ibu, yaitu:

  1. Selalu berikan bayi Anda air kelapa segar, bukan dalam kemasan.
  2. Pilih kelapa hijau muda, karena rasanya lebih manis dan si kecil menyukainya.
  3. Berikan sedikit demi sedikit, bukan dengan menghabiskan sekaligus. Batas waktu terbaik untuk menyimpan air kelapa pada suhu kamar adalah 24 jam.
  4. Hindari menyimpan air kelapa segar di lemari es untuk digunakan nanti, karena proses penyimpanan dapat mengubah rasa dan nilai gizi.
Baca juga: Haruskah Imunisasi Influenza untuk Bayi?

Sumber:

Mumjunction. Air Kelapa untuk Bayi.

Menjadi Orangtua. Bayi dan Air Kelapa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here